18 June 2017

Kebiasaan Seksual Balita, Apa Saja?

Beberapa waktu lalu, kami dibuat terkaget-kaget oleh kelakuan Alaric. Menjelang usia 3 tahun Alaric tampak melakukan sesuatu yang mungkin bagi kita orang dewasa hal yang tabu. Alaric cenderung suka memegang kelaminnya. Bahkan dia terlihat menikmati jika celananya belum dipakai. Hohoho... horor juga kalau dia kemudian lari-lari ke depan rumah dengan kondisi belum memakai celana.

Awalnya mamanya sempat histeris. Dan seperti biasa kelakukan mama dan anak, kejar-kejaran. Yang satu kabur tidak mau dipakaikan celananya, yang satu merasa malu dengan kelakukan anaknya. Saya pun mencari tahu dan membuka kembali buku-buku materi perkembangan anak yang pernah dipelajari sebelumnya. 

Apa saja sih sexual behaviour atau kebiasaan seksual yang wajar untuk anak usia toddler ?


Kebiasaan Seksual Balita

Selain tiga kebiasaan di atas, dalam tingkat yang lebih tinggi, balita mungkin akan senang memegang bagian genital orang lain (anak lain) misalnya ketika mandi bersama di kolam renang atau di tempat umum.

Apakah Kebiasaan Seksual Tersebut Normal ?

Betul, mungkin yang menjadi pertanyaan ayah bunda, juga pertanyaan kami orang tua Alaric adalah apakah kebiasaan-kebiasaan tersebut di atas normal dilakukan oleh balita.

Pada dasarnya penyebab balita melakukan hal-hal tersebut adalah karena dia sedang menunjukkan ketertarikan pada bagian-bagian tubuhnya serta bagaimana bagian-bagian tubuh tersebut bekerja. Sehinga dia senang memperhatikan bagian tubuh termasuk bagian genitalnya atau kemudian menyentuhnya.

Selain itu, Balita juga sedang berusaha untuk mempelajari lingkungan sosialnya. Rasa penasaran mereka terhadap jenis kelamin laki-laki dan perempuan juga dapat menjadi penyebab anak usia 2 hingga 3 tahun melakukan kebiasaan di atas.

Jadi normal atau tidaknya, berdasarkan penyebab-penyebab di atas ini adalah hal yang wajar untuk anak toddler (balita). Sehingga yang lebih penting adalah bagaimana orang tua merespon kebiasaan tersebut agar anak menjadi belajar.

Bagaimana orang tua merespon Kebiasaan Seksual Balita?

Respon orang tua terhadap hal ini sangat berpengaruh penting bagi anak. Anak bisa saja belajar banyak hal, atau sebaliknya malah menjadi kebiasaan yang terus dilakukan hingga usia pra sekolah. Jika respon orang tua benar, seharusnya kebiasaan seksual ini tuntas di usia 2-3 tahun ini. Jadi jika ada anak usia pra sekolah (4-5 tahun) atau bahkan usia sekolah dasar masih melakukan hal serupa, ada perkembangan usia toddler yang terlewatkan.

Di awal tentu respon kami sebagai orang tua tampak berlebihan. Namun seiring dengan pengetahuan yang didapat, respon pun beralih menjadi lebih baik. Memang kadang-kadang di kesempatan yang darurat, kita bisa mengajak anak menghentikan kebiasaan ini. Terutama jika ada orang lain atau jika kebiasaan tersebut membuat orang lain tidak nyaman. Pelan-pelan kita bisa mengalihkan anak kepada aktivitas lain untuk mengalihkan perhatiannya dengan kebiasaan seksual ini.

Sebagai orang tua kita juga bisa memanfaatkan momen ini untuk membuat balita jadi belajar, membangun body awarness mereka. Kita bisa menjelaskan nama bagian-bagian tubuh beserta fungsinya. Misalnya kita bisa bicara,

"Wah Alaric sedang menyentuh penis. Anak laki-laki punya penis. Kita gunakan penis untuk pipis (buang air kecil)."

Kita juga bisa mengajak anak membedakan mana bagian publik dan mana bagian privasi. Terutama untuk muslim, bisa mengalirkan materi tentang aurat. Misalnya kita lanjutkan kalimat di atas dengan kalimat,

"Penis adalah bagian pribadi. Tidak boleh dilihat orang lain. Itu kenapa Allah memerintahkan kita untuk menutup aurat, bagian pribadi yang tidak boleh dilihat orang lain."

Bicaralah dengan jujur tentang nama bagian tubuh anak. Gunakan kata-kata yang tepat dan ilmiah seperti vagina, payudara, pantat, anus, dan sebagainya. Ini penting agar anak mengetahui dengan jelas nama bagian tubuhnya. Kita juga bisa menanamkan sejak dini perbedaan antara laki-laki dan perempuan tentunya dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh anak.

Selamat menjadi orang tua bermutu....

29 comments:

  1. saya pun pernah khawatir melihat perilaku si sulung, tapi ternyata itu wajar tinggal bagaimana kita mengarahkannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya.. yang penting pijakan orang tua. Kebiasaan ini bahkan bisa jadi belajar kalau pendampingan orang tua bermutu

      Delete
  2. terima kasih tipsnya, bunda jadi lebih perhatian dengan masalah sex behaviour

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama....
      Semoga jadi pengingat untuk ayah bunda lainnya ya

      Delete
  3. Iya ternyata memang ada fase seperti itu ya...kapan hari juga dapat sharing dari teman 😂😂😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nanti melewati tahapan ini mba. Kalau pun tidak kita kasih stimulus body awarness ketika memandikan bisa bicara bagian-bagian tubuhnya

      Delete
  4. Perlu cara yang tepat bagi orang tua dalam mengatasi hal ini ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau ga tepat nanti berabe mba. Malah kesenengan kebawa sampe usia sekolah kan bahaya :-D

      Delete
  5. Anak saya sekarang umur 1 tahun, Semoga di umur 2 tahun saya bisa mengajarinya pelan pelan body awareness ini yaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pelan-pelan. Yang penting kita rajin bicara tentang anggota tubuhnya

      Delete
  6. Iya setuju, kasih tau dgn kata2 yg tepat dan ilmiah, biar sekalian belajar.
    Btw, itu kalo anak saya ketinggian bahasanya, yg "bagian pribadi" hihihi.. anak saya 3 tahun juga. Baru paham dgn kalimat2 simpel. Jadi kalimat "bagian pribadi" itu diilangin aja sih kalo buat anak saya.
    Tapi tiap anak juga beda2, sih. Hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beda-beda mba. Pemahaman bahasa tergantung kebiasaan juga

      Delete
  7. Aku baru tahu, kebiasaan yang sekilas biasa itu ternyata menunjukkan akan ke kebiasaan seksual. Makasih infonya :) sangat bermanfaat jika ntar punya anak :)

    omnduut.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah semoga manfaat nanti.
      Iya, sebenarnya ada tanda buat kita orang tua. Anak pengen belajar anggota tubuh. Jangan sampe terlambat malah muncul di usia sekolah

      Delete
  8. owh jadi gitu. biasanya liat keponakan. g paham maksudnya. mksh penjelasanya Pak..

    ReplyDelete
  9. Wah noted ni. Ternyata penting sekali tahu kebiasaan yang kayak gini ya kak,ijin share informasinya.

    ReplyDelete
  10. Makasih banget sharingnya mas. Perlu banget nih kita sebagai orang tua untuk belajar hal-hal seperti ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Penting banget... daripada muncul belakangan trus anak cari tahu dengan cara lain. Kan bahaya

      Delete
  11. Setuju banget pada bagian mengajarkan anak menyebut dengan benar nama2 area pribadinya, tidak menggantinya dengan kata-kata lain dengan alasan tabu atau lebih sopan. Itu juga yang saya lakukan pada Prema, meskipun awal2nya dapat hadiah dipelototin sama neneknya hihihi

    Bayangkan jika si kecil, dikenalkan pada istilah "burung" untuk menyebut penis. lalu saat sekolah, oleh gurunya diminta menggambar burung, ternyata yang digambar penis. Kacau dah :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haduh... Horor banget mba :))
      Saya dari Alaric kecil ga pernah kenalkan burung. Paling banter nenek sama mamanya pakai kata tit*t.

      Kalau saya bilang penis. Biasa saja :))

      Delete
  12. Aku kadang ngamati sepupu juga suka gitu, mas, ia sangat enjoy gitu. Tapi ya mikirnya ga ke hal aneh2 juga sih. Hhee
    .
    Trus lagi keponakannku klo lagi mandi breng sepupu yg seumuran, selalu dipisah alhamdulillah. Supaya ga trjadi ato timbul pertanyaan2 panjang berikutnya antara si anak, kecuali udah pada gede gitu da umurnya, yg skiranya dia paham saat dijelaskeun. Hee
    Tfs buat artikelnya mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebaiknya memang ga mandi bareng ya. Kecuali di kolam renang. Usahakan juga membiasakan menutup bagian pribadinya itu

      Delete
  13. Hal yg normal karena anak sedang belajar mengenal fungsi tubuhnya. Hanya saja, orang tua seringnya panik, dikira anak sudah memahami aktivitas seksual, padahal mah masih jauuh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hohoho... Bener Mba.
      Sebenernya sih simpel. Mereka lagi pengen tahu. Cuman kadang orang dewasa suka mikir pakai sudut pandang mereka :))

      Delete
  14. anakku laki semua mas,
    tapi tdk pernah saya lihat punya kebiasaan spt itu
    mungkin mmg beda2 kali ya
    tapi ini masukan yg bagus....siapa tau nanti saya punya cucu laki

    makasih infonya mas

    ReplyDelete
  15. Makasih sharing nya, Mas. Aiden (21 bulan) sekarang di poin nomor 1, pegang-pegang/mainin kelamin nya.

    ReplyDelete
  16. kalau saya belum menggunakan bahasa ilmiah untuk menunjukkan area pribadi,masih simbolik sesuai bahasa daereah supaya ga bingung dengan percakapan antar teman
    hihihi
    tapi berencana menggantinya kalau sudah bertambah kematangan berfikirnya

    ReplyDelete