29 May 2017

Usia 3 Tahun Menjadi Semakin Kritis

Ada cerita menarik dari gurunya Alaric di sekolah tadi pagi. Di suasana puasa kali ini, anak-anak kelas Playgroup (PG) tetap bersekolah. Hanya saja jam sekolahnya jadi lebih pendek dibandingkan biasanya. Dan tentu saja seusia mereka anak 3-4 tahun ini belum ada yang berpuasa 😀. Meskipun demikian, TFP materi Puasa tetap dialirkan oleh guru sepanjang proses bermain.


Nah, menjelang waktu break untuk makan snack pagi, Bunda Tri sebagai guru di kelas PG bercerita kepada anak-anak bahwa sebenarnya sekarang adalah bulan Puasa.

Baca Juga : Apa, Siapa, Mana, Dimana, Dari mana

"Bunda Tri sedang berpuasa. Teman-teman PG belum berpuasa. Nanti kalau sudah siap bisa belajar berpuasa. Puasa itu kita tidak makan dan minum dari adzan subuh sampai adzan Maghrib," jelas Bunda Tri.

Tanpa basa-basi tiba-tiba si Alaric ini langsung meniru suara adzan persis setelah Bunda Tri berbicara.

"Udah adzan bunda Tri. Yey, aku boleh makan sekarang," katanya langsung membuka bungkus makanannya.

Kontan saja Bunda Tri menahan tawa.

Sore harinya di rumah nenek ketika ayah menjemputnya, Alaric sedang bermain sepeda. Dia sih sebenarnya belum bisa menggowes secara sempurna, kadang-kadang masih didorong dengan dua kakinya. Neneknya menawarkan untuk membawa sepeda tersebut dengan sepeda motor. Muat sebenarnya. Namun berhubung barang belanjaan mama juga banyak, ayah memutuskan untuk menunda membawanya.

"Wah, tidak muat ya," seru ayah, maksudnya menunda agar bisa dibawa di waktu lain.

"Iya, tidak muat. Yasudah, nanti kita bawa pakai taksi ya Yah," timpalnya.

Ayah, mama, dan nenek sampai ngikik dibuatnya. Kok bisa si otong ini menghubungkannya dengan Taksi 😅.

Usia 3 Tahun Semakin Kritis

Sejak usia 3 tahun ini, Alaric menjadi semakin kritis. Kalau tak pintar-pintar meladeni pertanyaan atau komentarnya, bisa jadi tantrum.

Di usia ini dia mulai menggunakan kata tanya 'Kenapa' atau 'Mengapa' sebagai bentuk kekritisannya. Naik tingkat dibandingkan usia sebelumnya yang apa saja ditanya dengan kalimat tanya 'Ini apa?' 'Itu apa Yah?'.

Baca juga : Menggunakan Kata Ganti 'Aku'

Pernah suatu ketika, saat ayah mengendarai motor ke arah pulang ke rumah Alaric tiba-tiba protes.

"Kenapa tidak lewat sana?" Menunjuk jalan lain.

"Oh.. kalau itu jalan ke rumah dede Royhan. Kita lewat jalan ini kalau mau pulang," jelas Ayah.

"Ih.. aku mau lewat sana," katanya dengan sedikit memaksa.

"Iya, nanti kalau kita mau ke rumah dede Royhan. Kalau sekarang kita mau pulang jadi lewat jalan yang berbeda."

Akhirnya jadi berdebat 😅 dan berdebat sama anak Balita itu ga level sodarah-sodarah. Perlu beberapa menit sampai Alaric mau menerima kenyataan bahwa kita harus pulang dan tidak menggunakan jalan yang diinginkannya.

Yah... Beginilah anak-anak. Semakin besar dia akan semakin kritis. Tugas kita sebagai orang tua adalah mendampingi mereka dan menjawab kekritisannya dengan ilmiah.

Selamat jadi orang tua bermutu....



*Tulisan Ayah

20 comments:

  1. Replies
    1. gimana kabar mas Fatih & dd Sani, Om Wawan?

      Delete
  2. kalau dari cerita teman yang punya anak. anak-anak mereka sudah mulai tanya mulai dari ayah dari mana aku lahir, dll.. pertanyaan kenapa dan mengapa pasti akan sering kita dengar.

    ReplyDelete
  3. Amin doanya. Bener, setuju. Usia 3 tahun semakin kritis. Aku lihat juga dari anak-anak temen-temenku. Jadi deg-deg an plus excited. Hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah.. Aiden keknya bakal lebih super lagi pertanyaannya

      Delete
  4. Samaaaa, Aim di usia yg sekarang juga makin kritis hehe.
    Kadang saya ma suami merasa kewalahan jawabnya, apalagi kalu gak puas sama jawabannya bakal ditanya yerua. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau ga puas, terus diberondong ya 😆

      Delete
  5. Ortunya kudu getol cari tahu jawaban pertanyaan2 ajaibnya...

    ReplyDelete
  6. Iya, aku liat dari keponakanku sendiri, semakin bertambah umur, dia kalu penasaran dengan sesuatu, selalu tanya hingga ke akar2nya, sampai kewalahan jawabnya. hhee
    so, jadi orangtua perlu sabar kalo dijarah dengan berbagai pertanyaan itu, heheheee

    ReplyDelete
  7. Alhamdulillah jika anak kita semakin kritis itu tanda perkembangannya bagus. Cumaa kadang sebagai ortu kita agak kewalahan dan lelah meladeninya he3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makanya harus sabar dan terus belajar mas

      Delete
  8. Alaric pinteeeeer
    Celetukan bocah itu kadang diluar dugaan lho, lompatan pemikirannya suka bikin kaget hehehe
    Selamat menikmati masa-masa ini mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Mba Arni. Iya sih bikin kaget dan maksa terus belajar

      Delete
  9. Anak 3 tahun emang smakin kritis, udah bs kasih solusi meski kadang absurd. Udah ngerti sebab-akibat juga hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya. Kalau stimulusnya bagus, dia akan ngerti sebab-akibat

      Delete
  10. ANak usia 3 tahun emag makin kepoh ya mas, banyak nanya, sampe kadang pegel njaab diulang2 hahaha
    Tapi seneng sih, kalau anak diem aja malah khawatir

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahah. Iya kalo anak anteng diem malah bikin khawatir

      Delete